PEGAWAI LOKET STASIUN TIGARAKSA
Mbak Endah pegawai loket Stasiun Tigaraksa selama tujuh tahun. Layani tiket KRL Commuter Line, KA jarak jauh, dan kartu multi trip. Pelanggan datang dan pergi, kereta tidak menunggu.
DITULIS 14 JULI 2026 · 279 KATA
Mbak Endah 35 tahun, pegawai loket KAI di Stasiun Tigaraksa selama tujuh tahun. Status: pegawai outsourcing dari PT KAI Service. Gaji UMK Tangerang 4.6 juta plus tunjangan transport 250 ribu.
Loket: ruangan kecil ber-AC, tiga jendela kaca dengan slot mikrofon untuk komunikasi dengan pelanggan, satu komputer dengan sistem KAI Access, satu printer thermal, satu mesin EDC, kotak cash.
Shift: enam jam, dua shift per hari (pagi dan sore). Mbak Endah biasanya shift pagi, dari pukul setengah lima sampai pukul setengah dua belas.
Tugas: jual tiket KRL Commuter Line (top-up kartu multi trip), tiket KA jarak jauh (Argo Parahyangan, Pangrango, dll), tukar tiket online untuk yang belum cek-in, layani komplain pelanggan, koordinasi dengan petugas peron kalau ada masalah.
Pelanggan harian: 200-380 transaksi shift pagi. Mostly pekerja yang naik KRL ke Jakarta — Tigaraksa-Tanah Abang. Sebagian pelajar yang ke kampus di Pasar Minggu atau Depok. Sesekali turis yang transit ke Stasiun Maja untuk lanjut ke Banten.
Yang Mbak Endah hafal dari penumpang setelah tujuh tahun: wajah-wajah pelanggan setiap pagi yang sama selama bertahun-tahun. Pak Hardi yang selalu beli tiket pulang pergi ke Sudirman, datang pukul lima pas. Ibu Susi yang setiap Senin pagi beli tiket ke Bogor. Mahasiswa-mahasiswa yang berubah wajah setiap semester.
Suami Mbak Endah, Mas Roni, sopir taksi online. Anak dua: TK dan SD. Tinggal di rumah orang tua di Cikupa, gratis sewa.
Yang Mbak Endah inginkan: jadi pegawai tetap PT KAI. Sudah lamar dua kali untuk konversi status. Belum lulus. Mereka bilang dia harus tunggu lowongan tetap dari pusat.
Pukul setengah dua belas siang shift berakhir. Mbak Endah serah-terima dengan shift sore. Pulang naik motor matic Vario lewat jalan utama Tigaraksa.
Anak TK-nya sudah pulang dan tidur siang.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana