CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 74

SATPAM PERUMAHAN GRIYA

Pak Bambang, satpam malam Perumahan Griya Serpong, dapat video call dari cucunya di Depok tengah malam. Cucunya bilang: Kakek kayak polisi ya. Pak Bambang jawab: mirip — tapi tanpa pistol.

Pak Bambang 58 tahun, satpam Perumahan Griya Serpong. Sebelas tahun di pos yang sama, gerbang utara. Shift malam: 22:00 sampai 06:00.

Rabu malam, 23:47. Kompleks sudah sunyi. Lampu jalan berderet di aspal yang kosong. Pak Bambang duduk di dalam pos kecil berukuran dua kali dua meter, termos di meja, kopi susu buatan istrinya masih hangat.

Handphone-nya bergetar. Video call. Layar menampilkan wajah bulat cucunya, Rafi, delapan tahun, dari Depok.

“Kek, lagi ngapain?”

“Jaga.”

“Jaga apa?”

Pak Bambang berpikir sebentar. “Jaga biar yang tidur di dalem bisa tidur tenang. Kalau ada mobil masuk malem-malem, Kakek catat. Kalau ada yang mencurigakan, Kakek lapor.”

Rafi mengangguk pelan, pensil di tangan. “Kayak polisi?”

“Mirip. Tapi tanpa pistol.”

Rafi tertawa kecil. “Oke, Kek. Berarti Kakek penjaga keamanan ya. Buat tugas sekolah.”

“Iya, tulis itu.”

Hening sebentar. Rafi menoleh ke buku tugasnya, lalu balik ke kamera. “Kapan pulangnya, Kek?”

“Habis subuh.”

“Oh.” Rafi mengangguk lagi, seperti menerima jawaban yang sudah ia duga. “Ya udah. Ati-ati, Kek.”

Layar gelap.

Pak Bambang menutup handphone-nya, meneguk kopi, lalu membuka buku log di meja. Penanya berjalan pelan di atas kertas bergaris.

23:47 — kondisi aman.

Di luar, angin lewat di antara pohon-pohon perumahan. Lampu pos menyala kuning. Tidak ada yang bergerak. Pak Bambang menutup buku log dan menunggu.


Tukang Kayu Bakar Cisauk

Ibu Driver Gojek Ciledug

↑ Daftar isi