CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 49

TUKANG CUCI MOTOR KARAWACI

Pak Tarmin cuci motor pinggir jalan Boulevard Karawaci. 25 ribu per motor, 80 motor per hari kalau cuaca cerah. Sudah 14 tahun di lokasi yang sama.

Pak Tarmin 39 tahun, pemilik usaha cuci motor “Tarmin Jaya” di pinggir Boulevard Karawaci, depan toko sembako kecil sebelum jembatan menuju Lippo. Buka sejak 2012 — 14 tahun di lokasi yang sama, dengan empat lapak cuci, dua pegawai bantuan, satu pompa air bertenaga listrik 1.300 watt.

Tarif: 25 ribu motor biasa, 30 ribu motor matic dengan undercarriage, 40 ribu motor besar (Vespa, Tiger, NMax), 65 ribu mobil kecil (jarang, tapi ada).

Pendapatan kotor harian: 1.6-2.4 juta kalau ramai. Bersih setelah upah dua pegawai (110 ribu per orang per hari), air (60 ribu PDAM rata-rata), shampoo (40 ribu sehari), listrik (proporsi 35 ribu sehari): 1.1-1.6 juta. Sebulan bersih: 28-35 juta.

Yang Pak Tarmin paham setelah 14 tahun cuci motor: motor adalah cerminan pemiliknya. Motor pemilik muda yang bersih luar tapi kotor di bawah jok — biasanya kerja kantor, pakai untuk pulang-pergi saja. Motor yang kotor merata — tukang ojol atau anak SMA yang dipinjamkan ortu. Motor yang oli mesin nempel di bodi — milik orang yang jarang ke bengkel.

Pegawai Pak Tarmin: Mas Riko (29 tahun, dari Brebes, kerja di tempat dia tiga tahun) dan Mas Edo (24 tahun, dari Lampung, baru delapan bulan). Mereka tinggal di kontrakan satu kamar di belakang lapak, bayar 600 ribu sebulan patungan.

Pak Tarmin sendiri tinggal di rumah type 36 di Cisauk, KPR 12 juta sebulan sudah cicil enam tahun. Istri ibu rumah tangga, dua anak SD dan TK.

Yang Pak Tarmin amati dari motor-motor pelanggannya: orang Karawaci sekarang ganti motor lebih cepat. Dulu 5-7 tahun. Sekarang 3-4 tahun. Lalu motor yang lama dilelang online, dibeli pelanggan baru di Bekasi atau Cirebon.

Hari ini cerah. Antrian sudah enam motor sejak pukul tujuh pagi.


Office Boy AEON BSD

Petani Cisoka Lima Hektar

↑ Daftar isi