CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 10

TUKANG TAMBAL BAN, TIGA SUBUH

Pak Roni buka tambal ban 24 jam di Daan Mogot. Pelanggan paling sering datang pukul tiga subuh — dan mereka selalu cerita lebih banyak dari yang dia tanyakan.

Tambal Ban Pak Roni buka 24 jam di Jalan Daan Mogot, dekat lampu merah Pesing. Plang depannya hanya bertuliskan “TAMBAL BAN 24 JAM” dengan cat semprot merah di papan triplek. Tidak ada lampu neon, tidak ada Google Maps profile. Yang tahu — tahu.

Pak Roni buka karena dia tidak bisa tidur lama setelah istrinya meninggal lima tahun lalu. Awalnya dia coba tidur normal — dari jam sepuluh malam sampai pukul lima pagi. Tapi setelah dua jam, dia selalu terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Daripada berbaring di kasur dengan kepala penuh, dia memutuskan untuk buka tambal ban malam.

Pelanggan paling sering datang pukul tiga subuh. Mereka selalu cerita lebih banyak dari yang Pak Roni tanyakan.

Driver Grab perempuan yang baru selesai shift. Bawa motor sendiri dari Cengkareng, ban bocor di tengah jalan, takut nunggu sendiri di gelap. Pak Roni tambal sambil dengar dia cerita tentang penumpang yang macam-macam — yang ribut, yang flirt, yang minta diantar ke Apotik dini hari.

Bapak yang baru pulang dari rumah sakit. Anaknya operasi tengah malam, sekarang harus pulang ambil baju ganti. Ban motornya bocor di Pesing. Tidak banyak omong, hanya bilang, “Sebentar saja ya, Mas. Saya buru-buru.” Pak Roni tambal cepat, terima ongkos, kasih kembalian, dan tidak menanyakan kabar anak orang itu.

Anak muda yang habis pacaran di Kemang, pulang ke Cipondoh, ban kena paku di Tol Dalkot. Mereka biasanya cerewet — bercanda terus, posting Instagram Story sambil nungguin. Pak Roni mendengar tanpa menanggapi banyak.

Yang Pak Roni temukan dari lima tahun buka 24 jam: orang yang ngomong banyak di tambal ban dini hari biasanya yang sebenarnya butuh seseorang dengar. Tidak butuh nasihat. Hanya butuh ada orang lain di sana. Tambal ban kebetulan saja yang Pak Roni jual.


Penjual Es Cendol di Periuk

Pemulung Cikokol, Anak yang Sekolah di Kardus

↑ Daftar isi