WAWANCARA CALEG MUDA BSD
Mbak Salma 26 tahun, caleg DPRD termuda di dapil Tangerang Selatan, diwawancara podcast politik anak muda di kafe BSD Green Office Park.
DITULIS 5 JUNI 2026 · 279 KATA
Mbak Salma 26 tahun, lulusan hukum UI, calon legislatif DPRD Kota Tangerang Selatan dari partai tengah. Sore ini dia diwawancara di kafe lantai dua BSD Green Office Park, oleh podcaster politik anak muda yang followers Instagramnya 84 ribu.
Setup: dua mikrofon Rode, kamera Sony A7, ring light kecil. Latte Mbak Salma 48 ribu. Latte sang podcaster 48 ribu. Sang manajer kampanye yang traktir.
Pertanyaan pertama, dari podcaster yang umurnya 24 tahun: “Mbak, kenapa Gen Z harus pilih kamu?”
Mbak Salma sudah latihan jawabannya tiga kali bareng konsultan komunikasi. Dia bicara tentang affordable housing untuk young professional di Tangsel, tentang transportasi publik integrasi MRT-KRL-BRT, tentang reformasi RT/RW digital. Bahasanya rapi. Diksinya enak. 48 detik per jawaban — cocok untuk dipotong jadi reels.
Yang tidak masuk podcast: Mbak Salma anak tunggal pengusaha properti yang punya tiga ruko di Alam Sutera dan satu cluster di Serpong. Bapaknya yang membiayai kampanye, 1.2 miliar dianggarkan, baru kepakai 700 juta. Mbak Salma sendiri sebelum nyaleg kerja dua tahun jadi paralegal di kantor advokat di Sudirman, gaji 9 juta plus tunjangan.
Yang juga tidak masuk podcast: target suara Mbak Salma 12 ribu. Survei terakhir 4 ribu. Konsultan bilang harus push reels lebih agresif, mungkin kolaborasi dengan TikToker lokal yang punya 200 ribu followers.
Selesai wawancara, podcaster ucapkan terima kasih, foto bareng untuk story Instagram, lalu pulang. Mbak Salma duduk lagi, buka laptop, balas 47 DM dari calon pemilih.
Salah satu DM dari seorang ibu di Pamulang. Bertanya: “Mbak, suami saya kena PHK pabrik kemarin, kami nunggak SPP anak. Apa Mbak bisa bantu?”
Mbak Salma menatap layar laptopnya. Manajer kampanye di samping menggeleng pelan. Standar protokol: jangan janjikan bantuan personal.
Mbak Salma menutup laptop. Latte-nya sudah dingin.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana