TETANGGA BARU DI BSD CLUSTER F
Mbak Renata pindah ke cluster F BSD bulan lalu. Rumahnya bersebelahan dengan keluarga yang sudah delapan tahun di sana. Mereka belum saling tahu nama.
DITULIS 20 JUNI 2026 · 283 KATA
Mbak Renata 33 tahun, manajer marketing di perusahaan FMCG di Sudirman. Bulan lalu dia pindah ke cluster F BSD City, rumah type 8x15, dibeli KPR 25 tahun dengan cicilan 11.8 juta per bulan. Pindah bersama suami, Mas Bayu, dan anak balita Kayla.
Tetangga sebelah kanan: keluarga Pak Hartono, sudah delapan tahun di cluster yang sama. Mbak Renata baru ketemu satu kali — saat tukang pindahan masuk, Pak Hartono membuka pintu, mengangguk, tidak memperkenalkan diri. Mbak Renata juga tidak.
Tetangga sebelah kiri: pasangan muda yang baru tiga bulan pindah dari Surabaya. Sudah saling tegur sapa dua kali. Sudah bertukar nomor WhatsApp. Belum pernah saling masuk rumah.
Aktivitas Mbak Renata di cluster F: keluar pukul tujuh pagi pakai mobil ke kantor di Jakarta, pulang pukul setengah sembilan malam, sesekali Jumat malam dinner di AEON BSD bersama keluarga. Akhir pekan ke Pasar Modern BSD untuk belanja, tidak ke pasar tradisional.
Yang Mbak Renata kenal di cluster F setelah satu bulan: satpam Pak Yanto (yang dia selalu kasih kopi setiap pagi), tukang sapu jalan Pak Marno yang dia tidak hafal namanya, dan grup WhatsApp Cluster F yang isinya 47 anggota — yang dia mute sejak hari kedua karena terlalu sering ribut soal kucing peliharaan.
Suaminya, Mas Bayu, kerja remote, jarang keluar rumah. Tukang antar makanan ShopeeFood yang dia lebih sering ketemu daripada tetangga.
Pekan lalu Pak Hartono dari sebelah mengetuk pintu. Membawa rantang berisi ketupat sayur — istrinya masak banyak untuk arisan, sisa. Mbak Renata terima dengan terima kasih. Lalu mengetahui nama Pak Hartono dari namanya yang tertulis di tutup rantang dengan spidol biru: “Hartono - 27.”
Mbak Renata pikir akan balas dengan kue. Tapi minggu sudah jadi sibuk lagi.
Rantang itu masih di kulkas, belum kembali.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana