PASANGAN TUKAR CINCIN DI BSD PARK
Mas Galih dan Mbak Anisa lamaran di BSD Park, taman tepi Cisadane. Cincin dari toko emas Pasar Anyar. Dokumentasi pakai HP teman.
DITULIS 7 JULI 2026 · 271 KATA
Mas Galih 31 tahun, marketing manager di perusahaan logistik di Jakarta Barat. Mbak Anisa 28 tahun, perawat di rumah sakit di Tangerang. Mereka kenalan di acara reuni SMP Cikupa tiga tahun lalu. Pacaran 1.5 tahun. Hari ini lamaran.
Lokasi: BSD Park, taman tepi Cisadane di belakang Green Office Park. Sabtu pagi pukul setengah delapan. Cuaca cerah, suhu 27 derajat, ada delapan keluarga lain yang piknik.
Cincin: tukar cincin emas 8 karat dari toko emas Cahaya di Pasar Anyar, harga 2.4 juta untuk sepasang. Bukan berlian — Mas Galih dan Mbak Anisa sepakat lebih praktis simpan modal untuk biaya nikah dan uang muka rumah.
Yang hadir: dua orang tua Mas Galih (Pak Yono dan Bu Tini, dari Cikupa), dua orang tua Mbak Anisa (Pak Hasanudin dan Bu Karlina, dari Cisauk), dan tiga teman dekat — Mbak Rara, Mas Bayu, dan Mbak Putri. Total tujuh tamu.
Dokumentasi: HP Mas Bayu (iPhone 13). Tidak sewa fotografer. Foto cincin diambil pakai mode portrait, sedikit blur background. Mbak Rara yang edit di CapCut malam ini, akan diunggah ke Instagram besok.
Setelah tukar cincin di bangku semen menghadap Cisadane, mereka pindah ke restoran kecil di Foresta — pesta kecil dengan 12 orang, biaya 2.8 juta untuk paket nasi tumpeng dan minum.
Total biaya lamaran: 5.2 juta, dibagi rata Mas Galih dan Mbak Anisa.
Yang Mbak Anisa perhatikan saat Mas Galih memasangkan cincin: tangan calon suaminya gemetar sedikit. Tidak banyak. Tapi terlihat oleh dia.
Yang Mas Galih perhatikan: Mbak Anisa menangis tipis, satu air mata jatuh, sebelum hapus dengan tangan kiri.
Foto tidak menangkap itu. Hanya HP Mas Bayu yang ambil dari jauh.
Air Cisadane mengalir di belakang.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana