DPR BAWA BANTUAN BANJIR CILEDUG
Pak Sutrisno terima bantuan banjir dari anggota DPR — beras lima kilo, mie instan satu dus, satu sesi foto dengan caleg di teras rumahnya yang basah.
DITULIS 4 JUNI 2026 · 267 KATA
Pak Sutrisno 54 tahun, tinggal di Ciledug RT 02 sejak 1993. Rumahnya dua lantai dindingnya cat warna krem yang sudah belang karena banjir tahunan. Empat sampai lima kali setahun, air masuk sampai lutut. Tahun ini sudah enam kali.
Pagi ini, Selasa, rombongan dari kantor anggota DPR datang membawa bantuan. Tiga mobil. Belasan orang. Pak Anggota memakai kemeja batik biru, sepatu kets putih yang dibawa di plastik karena jalan masih becek.
Bantuannya: beras 5 kilo merek Pulen, mie instan satu dus (40 bungkus Indomie goreng), air mineral satu dus, satu paket sembako berisi minyak goreng 1 liter, gula 1 kilo, dan teh celup Sariwangi.
Pak Sutrisno terima paket itu, ucapkan terima kasih, dan diminta berfoto di teras yang masih basah. Pak Anggota berdiri di samping, satu tangan menyerahkan beras, satu tangan ke pundak Pak Sutrisno. Fotografer mengarahkan: “Pak Sutrisno, senyum sedikit.”
Pak Sutrisno tersenyum.
Setelah rombongan pergi, Pak Sutrisno menghitung. Beras 5 kilo: 70 ribu. Mie instan satu dus: 120 ribu. Sembako: 50 ribu. Total: 240 ribu. Kerugian dia akibat banjir minggu ini: lemari kayu rusak (sekitar 2 juta), kasur basah harus dijemur tiga hari, kompor gas mati karena selang terendam, anaknya tidak masuk kerja dua hari (kehilangan upah 320 ribu).
Yang Pak Sutrisno tidak ucapkan ke Pak Anggota: dia sudah 30 tahun bayar pajak. Sudah mencoblos tujuh kali pemilu legislatif. Sudah dengar janji normalisasi kali Angke setiap musim kampanye sejak 2004.
Sore hari Pak Sutrisno duduk di teras, kopi panas di tangan. Tetangganya, Bu Sariah, datang menunjukkan paket yang sama. Mereka tertawa kecil, lalu diam, lalu makan mie instan untuk makan malam.
Banjir berikutnya diprediksi minggu depan.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana