CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 02

BUS PATAS PORIS KE BOGOR

Sopir bus patas ke Bogor sudah dua belas tahun bawa rute yang sama. Dia hafal setiap pothole — yang muncul tahun lalu sampai yang sudah ada sebelum dia mulai.

Sopir bus patas ke Bogor sudah dua belas tahun bawa rute yang sama. Berangkat dari Terminal Poris setiap pukul setengah lima pagi, kembali dari Baranangsiang pukul setengah dua siang, kembali lagi ke Bogor pukul empat sore, kembali ke Poris pukul tengah malam. Empat kali sehari, enam hari seminggu.

Dia hafal setiap pothole sepanjang Tol Tangerang-Merak yang nyambung ke Tol Jagorawi. Pothole yang baru muncul bulan lalu di KM 13. Pothole yang sudah ada sebelum dia mulai narik bus, di kilometer 27. Pothole yang ditambal tahun lalu tapi sekarang sudah jebol lagi karena hujan deras Februari.

Dia hafal lebih banyak hal dari sekadar pothole. Dia tahu di mana ada warung mie ayam yang buka subuh — yang langganan sopir, harga setengah dari yang dijual ke pelanggan biasa. Dia tahu polisi yang sering nge-cek di putaran KM 8 itu polisi baik atau tidak. Dia tahu kapan harus pelan-pelan karena ada perbaikan jalan yang belum diumumkan resmi.

Yang dia tidak hafal: anak ketiganya yang sekarang kuliah di Bandung. Anaknya lahir di tahun yang sama dia mulai narik bus. Dua belas tahun, kebanyakan dihabiskan di antara Poris dan Bogor. Anaknya sudah lebih sering bersama ibunya daripada bersama dia.

Setiap kali bus melewati Bogor — sebelum berbalik ke Tangerang — dia melihat papan jalan menuju Bandung. Dua jam lagi sebenarnya, kalau jalanan lancar. Bisa dia bawa bus ini sampai Bandung, ketuk pintu kos anaknya, beri kejutan. Tapi tentu saja tidak. Bus ini bukan miliknya. Rute ini bukan miliknya. Waktu yang dia punya bukan miliknya.

Dia memutar setir, kembali ke arah Tangerang. Penumpang naik, penumpang turun. Beberapa pohon di sepanjang tol berganti daun sejak dia pertama narik. Beberapa sopir lain pensiun. Beberapa anak — termasuk anaknya — sudah dewasa.

Dia menatap jalan. Itu yang dia bisa lakukan. Itu yang sopir lakukan.


Pasar Anyar, Senja

Kantor Pos Cikokol

↑ Daftar isi