CALEG KELILING PASAR CISOKA
Mas Yudha caleg DPRD partai baru, 28 tahun, keliling Pasar Cisoka subuh-subuh. Bagi-bagi kalender, jabat tangan tukang sayur.
DITULIS 2 JUNI 2026 · 269 KATA
Mas Yudha 28 tahun, caleg DPRD Kabupaten Tangerang dari partai yang baru lolos verifikasi. Pagi ini dia di Pasar Cisoka, pukul setengah lima, ditemani dua relawan yang masih kuliah semester akhir di UMT.
Bawaan: 200 kalender bergambar wajahnya, 50 kaos kampanye, dua dus air mineral. Strategi: salaman dengan tukang sayur, tukang daging, tukang ikan, satu per satu. Tanya nama. Tanya asal. Tanya kapan terakhir banjir di lapak.
Mas Yudha lulusan komunikasi swasta di Jakarta, kerja empat tahun di agensi PR di Sudirman sebelum memutuskan pulang ke Cisoka — kampung halaman bapaknya — untuk maju caleg. Bapaknya pensiunan guru SD. Ibunya pemilik toko sembako kecil di Adiyasa.
Modal kampanye: 180 juta. 60 juta tabungan sendiri. 80 juta pinjaman bapak yang gadaikan sertifikat tanah ke BPR Serang. 40 juta dari paman yang punya bengkel di Tigaraksa. Habis dalam empat bulan: kalender, kaos, transport, makan relawan, saksi TPS.
Yang Mas Yudha pelajari dalam empat bulan: ibu-ibu pasar lebih ingat caleg yang tanya tentang harga cabai daripada yang bicara visi. Tukang parkir lebih percaya pada amplop daripada brosur. Pemuda warung kopi tidak peduli partai, peduli wajah yang sering nongol di reels.
Hari pencoblosan dua minggu lagi. Survei internal partai: Mas Yudha di posisi 9 dari 12 caleg di dapilnya. Yang lolos hanya 6.
Sore hari Mas Yudha duduk di warung Bu Ratmi di Cisoka, makan nasi uduk 12 ribu, baca DM Instagram dari seorang ibu yang bilang anaknya sudah hafal lagu kampanyenya. Dia mau senyum tapi terlalu capek.
Relawannya, mahasiswa semester tujuh tadi, bertanya, “Kalau kalah, Mas mau ngapain?”
Mas Yudha mengaduk teh tawarnya. Tidak menjawab. Air gula di gelas perlahan jernih kembali.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana