CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 26

SAKSI TPS BAYARAN CIKUPA

Mas Tarjo saksi TPS di Cikupa untuk caleg yang tidak dia kenal. Bayaran 350 ribu untuk satu hari penuh, dari pukul enam pagi sampai selesai rekap.

Mas Tarjo 36 tahun, kerja serabutan di Cikupa — kuli pasar, tukang ojek pangkalan, kadang bantu bongkar muat di gudang kontainer. Hari ini, Selasa, dia jadi saksi TPS untuk seorang caleg DPR RI yang dia tidak pernah ketemu.

Bayaran: 350 ribu, plus nasi kotak dua kali (pagi dan siang), plus kopi sasetan tanpa batas. Diserahkan dalam amplop oleh koordinator wilayah di parkiran masjid sebelum subuh.

Tugasnya sederhana. Duduk di pojok TPS 07 dengan tanda pengenal dari partai, awasi pencoblosan sejak pukul tujuh, lalu awasi rekap suara di formulir C1. Tanda tangan kalau prosesnya benar. Kirim foto C1 ke nomor WhatsApp yang sudah disimpan koordinator.

Yang Mas Tarjo lakukan selama 12 jam: duduk, sesekali bangun ke kamar mandi, mengamati 287 pemilih yang datang dan pergi. Anak-anak muda yang antri sambil scroll TikTok. Bapak-bapak tua yang menanya petugas tentang cara mencoblos. Ibu-ibu yang datang bareng dengan tetangga, langsung pulang setelah celup jari ke tinta.

Mas Tarjo tidak tahu siapa caleg yang dia “bela”. Dia hanya tahu nomor urutnya — 4 — dan partainya — yang berlatar hijau. Itu pun harus dia hafalkan dari amplop koordinator.

Penghasilan satu hari sebagai saksi setara dengan tiga hari jadi kuli pasar. Itulah alasannya menerima. Istrinya, yang jualan kerupuk di depan TPS sebelah, ikut senang — minggu ini bisa beli ikan tongkol untuk lauk anak-anak.

Pukul sepuluh malam rekap selesai. Caleg nomor 4 dapat 23 suara di TPS itu. Mas Tarjo pulang naik motor, lewat tol JORR, melihat baliho caleg yang sama tergantung di tiang reklame.

Esok hari, dia sudah balik jadi kuli pasar.


Caleg Keliling Pasar Cisoka

DPR Bawa Bantuan Banjir Ciledug

↑ Daftar isi