CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 39

TUKANG CUKUR CISOKA TUJUH BELAS TAHUN

Pak Karim buka pangkas rambut di pasar Cisoka sejak 2009. Tarif tetap 15 ribu, walau harga sembako naik tiga kali lipat sejak buka.

Pak Karim 43 tahun, tukang cukur di pasar Cisoka. Bukanya kios kecil di pojok los daging, lebar dua meter, tinggi dua setengah meter. Satu kursi cukur tua dari besi yang dia beli di pasar loak Jatinegara tahun 2009. Cermin yang sudah berkarat di pinggir.

Tarif: 15 ribu untuk dewasa, 10 ribu untuk anak-anak, 25 ribu untuk cukur plus cuci muka pakai sabun cair. Tarif itu tidak berubah selama 17 tahun. Tahun 2009 nasi bungkus warung sebelah 5 ribu — sekarang 15 ribu.

Pelanggan harian: 12-18 orang. Mostly kuli pasar, tukang ojek pangkalan, sopir angkot 14. Penghasilan kotor: 180-270 ribu sehari. Sewa kios: 300 ribu sebulan. Listrik: 80 ribu sebulan. Bersih sekitar 4-5 juta sebulan.

Alat: dua mesin cukur Wahl yang sudah dia servis sendiri tiga kali, satu gunting Jaguar yang dia rawat dengan minyak setiap minggu, dua sisir plastik biru, satu cermin tangan untuk cek belakang.

Yang Pak Karim tahu setelah 17 tahun: model rambut anak muda Cisoka mengikuti pemain bola. Tahun 2010-2014 model David Beckham. 2015-2018 model Cristiano Ronaldo. 2019-2022 model fade Tottenham. Sekarang model anak-anak K-pop, banyak pesan yang dia tidak hafal namanya.

Istri Pak Karim, Bu Nani, jualan jamu gendong di pasar yang sama. Penghasilan 100-150 ribu sehari. Anak tiga: yang besar kuliah semester lima di UMT, yang tengah SMK, yang kecil SD.

Pelanggan tetap Pak Karim ada 30-an. Sebagian besar sudah pelanggan sejak buka. Beberapa sudah pindah ke Jakarta atau ke kampung, tapi kalau lewat Cisoka, mampir.

Sore ini, Pak Hasan, sopir truk pasir yang dia cukur sejak 2009, datang lagi. Sudah enam bulan tidak terlihat.

“Anak saya nikah Sabtu, Mas.”

Pak Karim menyiapkan kursi.


Kepala Desa Baru Rajeg

Ibu PKK Citra Raya Blok C

↑ Daftar isi