KEPALA DESA BARU RAJEG
Pak Suhandi terpilih jadi kepala desa Rajeg setelah tiga kali kalah. Margin kemenangan 47 suara. Pesta syukuran di halaman SD selama tiga malam.
DITULIS 15 JUNI 2026 · 286 KATA
Pak Suhandi 53 tahun, baru terpilih jadi kepala desa Rajeg, Kabupaten Tangerang, setelah maju empat kali. Kalah 2013, kalah 2019, kalah 2022, menang 2026. Margin kemenangan: 47 suara dari total 8.943 suara sah.
Sebelumnya Pak Suhandi pemilik bengkel motor di pinggir jalan Rajeg-Mauk, sudah 26 tahun. Penghasilan bengkel: 8-12 juta sebulan kotor. Untuk maju jadi kades, dia jual sebagian kebun warisan bapak — sembilan hektar dijual lima, dapat 1.7 miliar — untuk biaya kampanye dan logistik.
Pesta syukuran tiga malam di halaman SD Negeri Rajeg 02. Sound system sewa dari Curug, dangdut langsung dari Bekasi, tukang masak nasi liwet dari Cisoka. Total biaya pesta: 67 juta. Tamu yang datang: lebih dari 2.000 orang per malam.
Yang Pak Suhandi dapat sebagai kepala desa: gaji 3.2 juta sebulan dari APBDes, tunjangan 1.8 juta, dana operasional 2 juta. Total resmi: 7 juta sebulan. Plus tanah bengkok seluas 1.2 hektar yang bisa disewakan ke petani.
Kalkulasi sederhana: untuk balik modal kampanye 1.7 miliar, dia harus jabat satu periode penuh (6 tahun) dengan asumsi penghasilan resmi semua disimpan. Itu tanpa hitungan listrik, sewa, hidup keluarga.
Yang Pak Suhandi tahu sejak kalah tiga kali: kepala desa bukan tentang gaji resmi. Tentang akses. Akses ke dana desa 1 miliar lebih per tahun, akses ke proyek infrastruktur, akses ke izin yang dia tanda tangani. Itu sebab politik desa selalu sengit, bahkan untuk 47 suara.
Hari pertama menjabat, Pak Suhandi duduk di kantor kepala desa, ruangan ber-AC mini, meja kayu jati lapuk. Sekretaris desa Pak Tarno — yang sudah ikut empat kepala desa — masuk membawa map. Berkas pertama yang harus dia tanda tangani: izin pembangunan ruko di simpang Mauk.
Pak Suhandi menengok map. Belum buka.
Bengkel motornya, di pinggir jalan, masih tutup pagi itu.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana