CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 59

SURAT CINTA DI STASIUN BATUCEPER

Rian 22 tahun, menulis surat tangan untuk Mira yang setiap pagi naik KRL dari Stasiun Batuceper. Sudah enam surat. Tidak satu pun dia berani serahkan.

Rian 22 tahun, fresh graduate jurusan ilmu komputer kampus swasta di Jakarta Barat. Sekarang kerja sebagai junior developer di startup di Jakarta Pusat, gaji 7.5 juta. Tinggal di kontrakan dengan dua teman di Batuceper.

Setiap pagi pukul setengah enam Rian jalan ke Stasiun Batuceper untuk naik KRL ke Jakarta Kota. Setiap pagi dia melihat Mira — perempuan setinggi 160 cm, rambut hitam panjang sebahu, biasanya pakai blazer abu-abu atau navy, tas tote bag canvas warna khaki dengan satu pin kaktus.

Mira selalu naik KRL pukul 5.47 dari Batuceper. Rian tahu jadwalnya. Rian sudah enam kali sengaja berdiri dekat Mira di gerbong empat (gerbong perempuan tidak, Rian tidak nekat). Mira tidak pernah menengok ke Rian.

Yang Rian tulis di buku tulis Bantex kotak biru: enam surat untuk Mira. Surat pertama tiga paragraf — kenalkan diri, ceritakan kenapa menulis. Surat keenam dua paragraf — minta maaf karena tidak berani menyerahkan surat-surat sebelumnya.

Tidak satu pun pernah dia serahkan.

Yang Rian tahu tentang Mira: cuma dari pengamatan. Kerja di gedung di Kota Tua (Rian sempat ikuti satu kali sampai stasiun terminus dan lihat dia masuk gedung), suka kopi Americano (Rian melihat dia bawa cup Starbucks lima kali), Instagram-nya dia tidak tahu — karena belum berani mencari.

Hari ini hari Senin. Rian membawa surat ketujuh di tas. Akan diserahkan? Mungkin. Mungkin tidak.

KRL datang pukul 5.47.

Mira masuk lewat pintu yang sama seperti biasa. Rian masuk dua orang setelahnya.

Surat ketujuh masih di tas, di samping laptop kerjanya.

Pintu kereta tertutup.


Pacaran di Tepi Cisadane

Pasangan Tukar Cincin di BSD Park

↑ Daftar isi