TUKANG BAKSO BINTARO LURUS
Mas Joko jualan bakso keliling di Bintaro sektor 9 sejak 2014. Rutenya: lurus, satu kompleks per hari, lima hari kerja, hari Senin libur.
DITULIS 22 JUNI 2026 · 288 KATA
Mas Joko 38 tahun, tukang bakso keliling di Bintaro sektor 9. Pakai gerobak dorong dari kayu yang dia bikin sendiri 2014 — sudah ganti roda dua kali, cat ulang tiga kali, perbaikan kompor satu kali.
Rute: Selasa di blok A, Rabu blok B, Kamis blok C, Jumat blok D, Sabtu-Minggu di taman bermain blok E. Hari Senin libur — untuk istirahat dan belanja bahan baku di pasar Bintaro.
Harga: bakso isi 5 biji 15 ribu, isi 7 biji 18 ribu, bakso urat 20 ribu. Tidak ada bakso jumbo. Tidak ada bakso beranak. Mas Joko sederhana — daging sapi 60 persen, tepung 40 persen, ditambah bawang putih dan merica.
Penjualan rata-rata: 35-50 mangkok sehari. Pendapatan kotor: 600-900 ribu. Bersih setelah bahan baku, gas, ongkos: 250-400 ribu sehari.
Pelanggan tetap Mas Joko: anak-anak sekolah yang sudah pulang sore, ibu-ibu yang masak malas, satpam komplek yang shift sore, beberapa karyawan WFH yang dengar lonceng bakso lewat.
Lonceng baksonya — gantungan tutup panci kecil yang dia pukul-pukul dengan sendok kayu — sudah jadi penanda. Anak-anak Bintaro sektor 9 hafal bunyinya. Begitu dengar dari kejauhan, lari ambil uang ke ibunya.
Yang Mas Joko hafal setelah 12 tahun keliling: rumah mana yang selalu beli, rumah mana yang tidak pernah keluar, rumah mana yang ganti penghuni berapa kali. Blok A nomor 14 sudah ganti tiga keluarga sejak dia mulai narik. Blok B nomor 23 selalu sama — ibu Marni, beli setiap Rabu, isi 7.
Istrinya, Bu Tati, jualan minuman botolan dari rumah — kontrakan dua petak di Sawah Lama. Anak dua, sudah SD. Tabungan untuk cicilan motor BeAT yang dia pakai antar barang.
Yang Mas Joko cita-citakan: warung tetap di pojok blok C. Modal sudah terkumpul 18 juta. Masih kurang 12 juta.
Sebentar lagi cukup.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana