CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 45

TUKANG BAKSO BINTARO LURUS

Mas Joko jualan bakso keliling di Bintaro sektor 9 sejak 2014. Rutenya: lurus, satu kompleks per hari, lima hari kerja, hari Senin libur.

Mas Joko 38 tahun, tukang bakso keliling di Bintaro sektor 9. Pakai gerobak dorong dari kayu yang dia bikin sendiri 2014 — sudah ganti roda dua kali, cat ulang tiga kali, perbaikan kompor satu kali.

Rute: Selasa di blok A, Rabu blok B, Kamis blok C, Jumat blok D, Sabtu-Minggu di taman bermain blok E. Hari Senin libur — untuk istirahat dan belanja bahan baku di pasar Bintaro.

Harga: bakso isi 5 biji 15 ribu, isi 7 biji 18 ribu, bakso urat 20 ribu. Tidak ada bakso jumbo. Tidak ada bakso beranak. Mas Joko sederhana — daging sapi 60 persen, tepung 40 persen, ditambah bawang putih dan merica.

Penjualan rata-rata: 35-50 mangkok sehari. Pendapatan kotor: 600-900 ribu. Bersih setelah bahan baku, gas, ongkos: 250-400 ribu sehari.

Pelanggan tetap Mas Joko: anak-anak sekolah yang sudah pulang sore, ibu-ibu yang masak malas, satpam komplek yang shift sore, beberapa karyawan WFH yang dengar lonceng bakso lewat.

Lonceng baksonya — gantungan tutup panci kecil yang dia pukul-pukul dengan sendok kayu — sudah jadi penanda. Anak-anak Bintaro sektor 9 hafal bunyinya. Begitu dengar dari kejauhan, lari ambil uang ke ibunya.

Yang Mas Joko hafal setelah 12 tahun keliling: rumah mana yang selalu beli, rumah mana yang tidak pernah keluar, rumah mana yang ganti penghuni berapa kali. Blok A nomor 14 sudah ganti tiga keluarga sejak dia mulai narik. Blok B nomor 23 selalu sama — ibu Marni, beli setiap Rabu, isi 7.

Istrinya, Bu Tati, jualan minuman botolan dari rumah — kontrakan dua petak di Sawah Lama. Anak dua, sudah SD. Tabungan untuk cicilan motor BeAT yang dia pakai antar barang.

Yang Mas Joko cita-citakan: warung tetap di pojok blok C. Modal sudah terkumpul 18 juta. Masih kurang 12 juta.

Sebentar lagi cukup.


Anak SMA Pamulang Pulang Naik Sepeda

Pengamen Stasiun Tigaraksa

↑ Daftar isi